Gratis · Tanpa daftar · MP3 sampai 320 kbps

Cara Convert YouTube ke MP3 secara Legal

Panduan dengan bahasa sederhana: apa yang boleh kamu simpan, di mana mencari audio yang bebas diunduh, dan cara mengonversinya dengan benar.

  • MP3 64–320 kbps
  • M4A · WAV · FLAC · OGG · OPUS
  • Pratinjau sebelum simpan
  • HP · Tablet · PC
Membaca video…

Cara memakai Cara Convert YouTube ke MP3 secara Legal

  1. Salin link

    Di YouTube ketuk Bagikan lalu Salin link. Di komputer salin bilah alamat.

  2. Tempel dan cek

    Tempel di atas. Ketuk thumbnail untuk memastikan versinya benar.

  3. Simpan MP3

    Ketuk Unduh MP3. File masuk ke folder Download.

Jawaban singkatnya

Convert YouTube ke MP3 itu legal kalau kamu punya hak atas audionya — dan tidak legal kalau tidak punya. Konverter adalah alat netral, seperti tape recorder dulu. Menyimpan rekaman kuliah yang diunggah dosen untuk mahasiswanya, konser band kamu sendiri, atau podcast berlisensi Creative Commons adalah pemakaian sehari-hari yang wajar. Menyimpan album nomor satu tangga lagu supaya tidak perlu membayarnya, itu lain cerita.

Sisa panduan ini menjelaskan batas-batasnya, memberi tahu tempat mencari audio yang jelas boleh disimpan, dan menunjukkan cara mengonversinya dengan rapi.

Ini informasi umum, bukan nasihat hukum. Hukum berbeda di tiap negara.

Dua aturan yang berbeda: hak cipta dan ketentuan YouTube

Banyak orang mencampuradukkan keduanya, jadi sebaiknya dipisahkan.

Hak cipta adalah hukum. Orang atau perusahaan yang membuat rekaman biasanya pemiliknya, dan menyalinnya perlu izin, kecuali berlaku pengecualian atau lisensi tertentu. Inilah aturan yang punya kekuatan hukum sebenarnya.

Persyaratan Layanan YouTube adalah kontrak antara kamu dan YouTube. Isinya: kamu tidak boleh mengunduh konten kecuali YouTube menyediakan tombol atau link unduh, atau kamu mendapat izin dari YouTube dan pemegang hak. Melanggar ketentuan ini bukan tindak pidana dengan sendirinya, tapi YouTube bisa menindak akunmu.

Mengonversi audio milikmu atau yang berlisensi terbuka berarti menghormati sisi hak cipta. Untuk sisi platform, jalan paling aman adalah memakai fitur unduh resmi YouTube kalau ada (YouTube Studio untuk unggahanmu, Pustaka Audio untuk musik kreator) dan minta izin untuk selebihnya.

Audio yang biasanya aman untuk dikonversi

1. Unggahanmu sendiri

Kalau kamu yang mengunggahnya, itu milikmu (atau kamu sudah punya lisensinya). YouTube Studio bisa mengunduh video milikmu: buka Konten, arahkan kursor ke video, klik menu ⋮, lalu pilih Download. Kalau hanya butuh suaranya, konversi file itu — atau tempel link videonya di sini dan langsung simpan MP3.

2. Video Creative Commons

Banyak kreator memakai lisensi Creative Commons yang memberi izin kepada siapa saja untuk memakai ulang karyanya dengan syarat tertentu. Di YouTube, cari sebuah topik, buka Filter, lalu pilih Creative Commons. Kebanyakan video ini memakai CC BY, artinya kamu boleh menyalin dan memakainya ulang asalkan mencantumkan nama kreatornya. Catat atribusinya saat menyimpan MP3 — misalnya «Audio: Nama Channel, CC BY, youtube.com/watch?v=…» — supaya siap saat dibutuhkan.

3. Rekaman domain publik

Karya yang masa hak ciptanya sudah habis, atau sengaja dilepas ke domain publik, bebas dipakai siapa saja. Contohnya banyak pidato bersejarah, rekaman yang diproduksi sebagian pemerintah (misalnya karya pemerintah federal Amerika Serikat), dan rekaman yang sangat tua. Hati-hati: rekaman pertunjukan modern dari lagu lama tetap dilindungi meskipun komposisinya sudah bebas, dan kapan rekaman suara masuk domain publik sangat berbeda antarnegara.

4. Musik bebas royalti dan musik yang diizinkan kreatornya

Pustaka Audio YouTube (di YouTube Studio, menu Pustaka Audio) menyediakan ribuan lagu yang boleh diunduh dan dipakai kreator di video mereka. Banyak musisi independen juga merilis lagu «bebas dipakai» atau «no copyright» dengan syarat jelas di deskripsi. Baca syaratnya: «bebas dipakai di video» belum tentu «bebas disebarkan ulang».

5. Kuliah, kajian, podcast, dan seminar dengan izin

Dosen, pengurus masjid atau gereja, panitia seminar, dan podcaster sering ingin materinya didengar offline. Kalau deskripsinya menyebutkan itu, atau kamu bertanya dan diizinkan, berarti aman. Email atau komentar singkat seperti «Boleh saya simpan audionya untuk didengarkan sendiri?» biasanya cepat dijawab — dan kreator senang mendengarnya.

Audio yang sebaiknya tidak dikonversi

  • Musik komersial dari label rekaman dan channel resmi artis, kecuali artisnya jelas-jelas mengizinkan unduhan.
  • Film, sinetron, serial, dan siaran olahraga, termasuk soundtrack-nya.
  • Buku audio dan kursus berbayar yang diunggah tanpa izin penerbitnya.
  • Apa pun yang mau kamu unggah ulang, jual, atau pakai di kontenmu sendiri tanpa lisensi.

Untuk musik komersial, pilihan legalnya sederhana: beli lagunya (Bandcamp, iTunes, Amazon Music), pakai layanan streaming yang punya mode offline, atau pakai YouTube Premium, yang bisa menyimpan video dan musik untuk diputar offline di aplikasi YouTube.

Bagaimana dengan «salinan pribadi» dan «fair use»?

Di Indonesia, hak cipta diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Undang-undang ini memang mengenal pembatasan untuk kepentingan tertentu seperti pendidikan, penelitian, dan penggunaan yang wajar, tetapi itu bukan izin umum untuk menyalin lagu atau album utuh. Beberapa negara Eropa punya pengecualian salinan pribadi yang lebih luas, selalu dengan syarat sumbernya sah. Negara lain tidak punya: Inggris sempat membuat pengecualian semacam itu pada 2014, tetapi dibatalkan pengadilan pada 2015. Amerika Serikat punya fair use, yang dinilai kasus per kasus untuk tujuan seperti kritik, komentar, pendidikan, dan penelitian — bukan untuk membangun koleksi musik gratis. Kalau rencanamu bergantung pada salah satu pengecualian ini, ada baiknya membaca aturan negaramu atau bertanya ke ahli hukum.

Kenapa situs konverter digugat — dan pelajarannya

Pada 2017, salah satu situs konverter paling terkenal, YouTube-mp3.org, tutup setelah digugat label-label rekaman besar. Gugatannya bukan soal mengonversi audio secara umum, tapi soal model bisnis yang mengandalkan penyalinan musik komersial dalam skala besar. Pelajarannya sama untuk pengguna dan pemilik situs: alatnya tidak salah; yang menentukan adalah kontennya.

  1. Pastikan kamu berhak atas audionya — unggahan sendiri, lisensi Creative Commons, domain publik, atau izin pemiliknya.
  2. Salin link video lewat tombol Bagikan di YouTube.
  3. Tempel di konverter di bagian atas halaman ini dan cek pratinjaunya, pastikan itu unggahan yang berlisensi, bukan unggahan ulang orang lain.
  4. Pilih MP3 untuk kompatibilitas maksimal atau M4A untuk audio asli tanpa diubah.
  5. Catat atribusinya (kreator, lisensi, link) kalau lisensinya mewajibkan, dan simpan bersama filenya.

Siap convert? Pakai konverter YTMP3, bandingkan format di konverter YouTube ke MP3, ikuti langkah di HP pada konverter YT ke MP3, atau siapkan dengar offline dengan pemutar YouTube ke MP3.

Daftar cek singkat

Pertanyaan Kalau ya Kalau tidak
Apakah kamu yang membuat atau mengunggahnya? Bebas convert Lanjut cek
Apakah berlabel Creative Commons? Convert dan cantumkan kreatornya Lanjut cek
Apakah sudah domain publik di negaramu? Bebas convert Lanjut cek
Apakah pemiliknya mengizinkan unduhan? Convert sesuai syaratnya Jangan convert — beli, streaming, atau minta izin

Mengonversi dengan cara yang benar hanya butuh beberapa detik lebih lama dibanding tidak peduli, dan membuat kamu serta kreator yang kamu sukai tetap berada di sisi yang benar.

Pertanyaan umum

Apakah convert YouTube ke MP3 itu ilegal?

Masalahnya bukan pada proses convert, tapi pada apa yang kamu convert. Menyimpan unggahanmu sendiri, audio Creative Commons atau domain publik, atau materi yang pemiliknya mengizinkan unduhan umumnya aman. Menyalin musik komersial tanpa izin melanggar hak cipta di kebanyakan negara.

Apakah YouTube mengizinkan unduhan?

Persyaratan Layanan YouTube menyebutkan kamu tidak boleh mengunduh konten kecuali YouTube menampilkan tombol atau link unduh, atau kamu mendapat izin dari YouTube dan pemegang hak. Unggahanmu sendiri bisa diunduh lewat YouTube Studio.

Bagaimana cara mencari video Creative Commons di YouTube?

Cari sebuah topik, buka Filter, lalu pilih Creative Commons di bagian Fitur. Cek lisensinya di deskripsi; kebanyakan video CC di YouTube memakai CC BY, yang mewajibkan mencantumkan nama kreatornya.

Bagaimana aturannya di Indonesia?

Hak cipta di Indonesia diatur oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Penggandaan untuk kepentingan pribadi dibatasi dan tidak berlaku untuk menyalin karya secara utuh tanpa izin bila merugikan kepentingan wajar pencipta. Kalau ragu, minta izin atau pakai sumber berlisensi.

Boleh pakai musik dari Pustaka Audio YouTube?

Boleh. Pustaka Audio di YouTube Studio menyediakan lagu yang bisa diunduh dan dipakai di videomu sendiri. Sebagian mewajibkan atribusi; pustakanya menjelaskan lagu mana dan cara mencantumkannya.

Apakah ini nasihat hukum?

Bukan. Halaman ini menjelaskan gambaran umum dengan bahasa sederhana. Hukum hak cipta berbeda di tiap negara dan bisa berubah. Untuk kasus tertentu, tanyakan ke pengacara atau pemegang haknya.